BSD DOJO & DOJO AL-AZHAR
Akhmad Dzulham Chaniago - DAN6
Sensei Dzulham, mulai tertarik beladiri Aikido saat melihat tayangan demo Aikido di TVRI di tahun 1988 yang sangat berbeda dengan olah raga beladiri (Kempo) Jepang yang pernah beliau tekuni sebelumnya. Usaha pencarian tempat berlatih Aikido di Jakarta akhirnya tidak sia-sia, akhirnya beliau bertemu dengan Dojo Cempaka Putih yg telah berdiri sejak tahun 1987 yang didirikan oleh sensei Mansyur Idham, yang merupakan salah satu tokoh pendiri Aikido di Indonesia. Di dojo Cempaka Putih sensei Dzulham belajar di bawah bimbingan sensei Dede Lesmana (DAN6). Di bulan September 1989 dengan bantuan JICA didatangkan instruktur aikido dari Jepang, sensei Hiroaki Kobayashi DAN3 (sekarang DAN7). Sensei Hiroaki Kobayashi rutin mengajar Aikido 3x seminggu di dojo Cempaka Putih dan 2x seminggu di dojo Dept. Keuangan di Lapangan Banteng Jakarta. Sensei Dzulham rutin berlatih di kedua Dojo tersebut. Akhirnya pada tahun 1995, sensei Dzulham meraih sabuk Hitam DAN1 Aikikai dengan penguji shihan Fujita Massatake (DAN8).
Selain berlatih di Dojo, sensei Dzulham rutin berlatih dengan mengikuti seminar-seminar yang mendatangkan para Shihan dari Hombu Dojo Aikikai, afiliasi Hombu Dojo dan Organisasi Aikido lainnya, baik di Jakarta maupun daerah serta di luar negeri. Saat ini beliau menyandang DAN6 Aikikai. Sebagai Founder dan Ketua Dewan Guru Seishinkan Aikikai Dojo. Sensei Dzulham melatih di Dojo Pusat Seishinkan Aikikai di BSD Dojo. Rekan satu angkatan beliau ; sensei Robaga, sensei Koti, sensei Ronald, dan sensei Eka. Murid murid pertama beliau : Lampung ; Anas, Hartanto, Ratnawati, Resty. TV7 ; Paulus Gunawan, Adi Nugroho, Arlin, Maxi, Teguh Udiyono, Nick Tobing. BSD ; Rudi, Wisman, Arman.
Sensei Dzulham dalam berlatih dan mengajar Aikido berpandangan bahwa setiap anggota Aikido memiliki karakter atau kepribadian dan struktur tubuh yang berbeda, sehingga pencapaian penguasaan waza ( teknik ) yang diajarkan tentu memiliki perbedaan. Dan kondisi ini adalah hal yang wajar yang dapat di toleransi selama tidak menyimpang dari ajaran Seishinkan Aikikai Dojo yang mengacu ke Hombu Dojo Aikikai Jepang. Nasehat beliau, " Berlatih Dan Terus Berlatih Tanpa Batas Untuk Mencapai Kesempurnaan Yang Tiada Batas" .
Zainal Riffandi - DAN4
Sensei Zainal, begitu kami menyapanya, menyandang DAN4 Aikikai, saat ini juga sebagai Wakil Ketua Federasi Indonesia Aikikai (FIA). Beliau berlatih Aikido sejak tahun 2005 pada usia menginjak 43 tahun. Pada dasarnya beliau senang berolah raga, termasuk belajar beladiri seperti : Karate, Pencak Silat, Judo dan Tinju, namun tidak ada yang ditekuni secara konsisten.
Pertama kali berlatih Aikido dibawah bimbingan Samuel Bambang Abimanyu, sensei pertama yang mengenalkan dan mengajarkannya tentang Aikido di dojo Musashi Bogor. Selain berlatih di dojo, beliau mengikuti berbagai seminar di Jakarta yang mengundang shihan dari Jepang (saat itu beliau tidak banyak tahu namanya), shihan dari USA yaitu Donovan Waite, dari Serbia -Ljubomir Vracarevic dan lainnya.
Di bulan Maret 2010 beliau mengikuti ujian Sabuk Hitam DAN1 Aikikai, dengan penguji Irie Yoshinobu Shihan (DAN7). Dalam rentang tahun tersebut, sensei Zainal juga berlatih di dojo Kiku No Hana di Jakarta, dibawah bimbingan sensei Amir Machmud (DAN4). Di tahun 2011 beliau berpindah tempat tinggal di BSD Serpong, Tangerang Selatan dan berlatih di Seishinkan Aikikai Dojo dengan sensei Achmad Dzulham (Dan5).
Sekitar Maret tahun 2013 beliau mengikuti ujian DAN2 Aikikai dengan penguji Sasaki Teijyu Shidoin (DAN6), dan dinyatakan lulus. Tiga tahun berikutnya, bulan Oktober 2016 meraih DAN3 Aikikai dengan penguji H. Fujimaki Shihan (DAN7). DAN4 beliau raih pada tahun 2023. Hingga saat ini sensei Zainal masih tetap berlatih Aikido dibawah group Seishinkan Aikikai Dojo. Seminar Aikido juga sering beliau ikuti di luar negeri, antara lain di Singapore dengan instruktur Makoto Ito shihan (DAN6) dan pernah berlatih di Hombu Dojo - Aikikai Head Quarter Tokyo bersama Doshu.
Menurut beliau, dalam Aikido, kemenangan terbesar adalah dengan mengalahkan diri sendiri dari ego, rasa malas dan mau menghargai orang lain. Dengan berlatih Aikido secara konsisten dan semangat, setiap dari kita akan menjadi pemenang.
Achmad R. Sudja'i - DAN4
Berlatih Aikido sejak tahun 1995 di dojo Sasakawa Bandung (saat ini dojo Gudang Utara ‘Gudut’ Bandung) di bawah Instruktur sensei Milda Gustiana (DAN5) dan sensei Rudy Wijaya (DAN5). Tahun 2002, karena pekerjaan beliau, sensei Achmad bekerja di Jakarta dan meneruskan berlatih Aikido dengan sensei Ferdiansyah (DAN5) hingga 2010 dan kemudian dengan sensei Ganamurti (DAN6).
Selain berlatih dengan beberapa Dewan Guru Aikido, pada tahun 2015 beliau pindah dan bertempat tinggal Serpong, Tangerang Selatan serta berlatih Aikido dengan sensei Dzulham (DAN5) hingga saat ini. DAN1 Aikikai diraih tahun 2010 dengan penguji Shihan Yoshinobu Irie (DAN7), hingga DAN3 Aikikai diraih pada tahun 2017 dengan penguji yang sama. DAN4 diraih tahun 2023 dengan penguji Makoto Ito Shihan (DAN6).
Saat ini sensei Achmad berlatih di Dojo Seishinkan Aikikai Dojo BSD dan bersama sensei Dzulham serta rekan lainnya aktif mengembangkan Dojo Seishinkan Aikikai dan mengenalkan Aikido kepada masyarakat luas.
Erlita Madeline Ariesy - DAN2
Ikut berlatih Aikido bermula terdorong dari kejadian yang tidak menyenangkan. Senpai Arlin, atau mbak Arlin kami memanggilnya. Beberapa kali menjadi korban kejahatan di jalan saat masih aktif bekerja sebagai karyawan suatu perusahaan, menjadi alasan utama beliau mempelajari ilmu bela diri ini. Walaupun saat itu sangat sedikit sekali mbk Arlin mengetahui tentang beladiri Aikido. latihan pertama dimulai di Dojo TV7 tahun 2006 dibawah bimbingan Sensei Akhmad Dzulham (DAN 5).
Selain rutin berlatih di Dojo TV7 (saat ini bernama Dojo Trancorp), beliau juga di beberapa Dojo lain seperti Bulungan dan Manggarai, serta mengikuti seminar dalam acara Hombu Instructor Seminar. Ujian DAN 1 diperoleh beliau pada bulan April 2011 dengan penguji Katsurada Eiji Shihan (DAN7) & Hino Terumasa Shihan (DAN6).
Walau sempat vakum karena kesibukan menjalankan usaha & sebagai Ibu Rumah Tangga, tidak mengurangi semangat beliau untuk berlatih Aikido. DAN2 diperolehnya pada Maret 2022. Mbk Arlin di dojo BSD khusus melatih kelas wanita, baik anak2 ,remaja maupun dewasa.
Gerakan Aikido yang tidak frontal tapi dapat membalikan energi lawan memiliki kekuatan cukup maksimal untuk melumpuhkan lawan. Sesuai bagi wanita dan tidak membatasi usia. Selain membuat tubuh jadi lebih fit, nilai-nilai yang ditanamkan saat berlatih Aikido membawa perubahan pola pikir, perilaku dan sikap positif dalam menghadapi kehidupan sehari-hari. Hal ini menjadikan beliau tetap semangat untuk terus menekuni seni bela diri ini.
Iwan Darmadi - DAN1
Dengan latar belakang Karate-Ryukyu Kobujutsu dan beberapa beladiri lain, beliau memulai latihan aikido pada tahun 2018. Latihan aikido diawali di Gothenburg Aikido Club (Swedia) saat beliau studi S3 hingga bekerja sebagai peneliti post-doctoral disana hingga tahun 2022. Iwan Darmadi menimba aikido di Dojo Gothenburg Aikido Club di bawah asuhan Shihan Ulf Evenås (7th DAN) yang beraliran Iwama hingga mencapai Kyu2.
Iwan Darmadi setelah menamatkan pendidikannya, kemudian pindah ke Serpong pada tahun 2023. Beliau melanjutkan pelatihan aikido di dojo Seishinkan Aikikai BSD dibawah bimbingan Sensei Dzulham hingga kini dan menerima Shodan pada tahun 2024 dengan penguji Makoto Ito Shihan (DAN6). Aikido memberi-nya perspektif berbeda yang menambah wawasan perjalanan seni beladiri beliau. Penekanannya pada prinsip dan filosofi daripada teknik semata, membuat aikido bermakna lebih dalam baginya.
Selain itu yang tidak kalah penting, komunitas aikido memberi wadah untuk saling mengenal dan bersosialisasi. Diluar latihan aikido-nya, beliau sehari-hari bekerja sebagai peneiliti di bidang Fisika Terapan (Applied Physics) di Badan Riset & Inovasi Nasional (BRIN) Serpong-Tangerang Selatan.
DOJO TRANSCORP
Chandra Gumilar - DAN2
Senpai Chandra meraih DAN1 Aikikai pada tahun 2018 di jakarta dengan penguji shihan Tomohiro Mori (DAN7). Lahir dan besar di kota Bandung, mulai mengenal Aikido lewat film sensei Stevan Seagal melalui TV tahun 1990-an. Karena teknik-teknik Aikido yang efektif dan luwes membuat beliau akhirnya jatuh hati dan berlatih di dojo GOR Pajajaran Bandung dibawah bimbingan sensei Gustiana (DAN5) dan sensei Rudy Wijaya (DAN5). Karena kondisi bekerja di kota Jakarta, beliau melanjutkan berlatih dengan sensei Dzulham (DAN5) di dojo Transcorp pada tahun 2007. Walau jarak yang jauh antara beliau dan sanak keluarga di Bandung, tidak membuat senpai Chandra putus semangat untuk menimba ilmu aikido, hingga akhirnya meraih DAN2 Aikikai pada tahun 2022. Saat ini melatih di dojo Transcorp Jakarta.
M. Giroth - DAN1
Senpai M.Giroth tertarik Aikido pada tahun 1998 setelah beberapa beladiri pernah diikutinya saat remaja, seperti Pencak Silat, Tenaga Prana, Capoeira, dan Kendo. Namun pada Aikido beliau lebih menekuninya hingga kini. Dojo Aikido pertamanya di dojo GOR Pajajaran Bandung. Akhirnya pindah ke Jakarta karena pekerjaan dan mulai berlatih di dojo TV7 binaan sensei Dzulham pada tahun 2007. Meraih DAN1 Aikikai di Jakarta tahun 2010 dengan penguji shihan Yoshinobu Irie (DAN7). Bersama dengan sensei Chandra, beliau membantu melatih di dojo Transcorp Jakarta.
Alasan beliau memilih Aikido adalah sederhana, Aikido adalah beladiri yang lengkap dan nyaman untuk semua umur. Dan beliau memiliki motto " Trust Your Body, Trust Your Training.. "
ULTIMA DOJO
Yusi Eko Yulianto - DAN3
Sensei Yusi Eko Yulianto atau sensei Yusi. Sebelum mengenal Aikido beliau pernah mengikuti Silat Perisai Diri. Dalam perjalanan menimba ilmu beladirinya, beliau terus mencari beladiri yang sesuai dengannya. Melalui film-film dan pertunjukkan hidup Aikido saat itu, menimbulkan rasa keingintahuan yang besar dari diri beliau terhadap bela diri Aikido. Akhirnya beliau berlatih di sebuah dojo kecil di daerah Pondok Indah Jakarta dibawah grup KBAI dengan sensei Ferdiansyah (DAN5) pada tahun 2001. Oleh Manajemen KBAI, tempat berlatih akhirnya dipindahkan ke pusat pelatihan KBAI. Sabuk hitam DAN1 Aikikai beliau raih di tahun 2007 dan DAN2 Aikikai di tahun 2009.
Pada tahun 2014 beliau melanjutkan berlatih Aikido dibawah bimbingan sensei Dzulham (DAN5) - Seishinkan Aikikai Dojo di BSD. Sensei Yusi aktif mengikuti latihan dengan beliau dan turut serta dalam mengembang Seishinkan Dojo hingga kini. Saat ini beliau penyandang DAN3 Aikikai. Semangat tinggi beliau sungguh menjadi contoh bagi anggota anggota muda untuk tidak berhenti menimba ilmu Aikido.
Aikido merupakan bentuk latihan fisik dan mental untuk membangun kemampuan beladiri yang mengutamakan pengalaman, ketepatan dan kecepatan. Dalam implementasi Aikido sebagai bentuk latihan beladiri, diharuskan untuk memiliki kekayaan dalam membangun tehnik, ketepatan mengeksekusi tehnik dan memiliki kecepatan dalam membuat posisi yang aman dalam mengeksekusi tehnik.
Pada saat seseorang masuk ke dojo, mungkin banyak yang beranggapan bahwa Aikido hanyalah bentuk latihan fisik yang melatih seni beladiri saja. Namun pada akhirnya bila sudah cukup lama waktu yang digunakan untuk berlatih, maka kita akan berpendapat bahwa berlatih Aikido bukanlah hanya sekedar membangun seni-nya saja, namun juga mengandung tehnik-tehnik beladiri terapan yang dapat digunakan tidak hanya untuk menghindarkan diri dari agresi manusia saja, namun juga untuk menghindar dari semua risiko yang disebabkan oleh adanya ekspansi dan agresi energi dari alam sekitar kita yang bersifat merusak dan mengancam keselamatan diri kita.
Teknik Aikido dari setiap orang akan berbeda (unik) sesuai dengan penguasaan-nya terhadap ilmu Aikido. Hal ini didapatkan dari hasil pelatihannya secara konsisten dan mengembangkan teknik Aikido-nya sesuai ilmu Aikido yang dikuasainya. Peserta Aikido akan semakin bijaksana jiwanya dalam melihat sebuah masalah dan menetapkan strategi untuk menghadapinya. Dengan kematangan tekniknya, tidak akan sembarangan dalam mengambil langkah strategi dalam bergaul dengan banyak orang yang beragam karakternya. Setiap langkah kehidupan dengan orang banyak akan mengandung risiko terhadap dirinya, dan tentu harus dipikirkan bagaimana menyelesaikan masalah dari risiko tersebut dengan sebaik baiknya.
Aris Mursito - DAN3
Berawal karena ketertarikan dan rasa keingintahuan yang tinggi akan ilmu seni beladiri Aikido, sensei Aris memutuskan belajar Aikido. Belajar Aikido untuk pertama kali di Ikiru Dojo pada tahun 2009 dibawah bimbingan sensei Siaji Benedictus dan Sensei Paulus Geraldi Satria Susilo. Lalu pada tahun 2011 berlatih Aikido di Jingwuguan Seibukan Dojo bersama sensei Fidelis Faisal Hendrata dan Sensei Paulus Ishak. Sehubungan dengan pekerjaan menjadi ASN di Tangerang, akhirnya sensei Aris memutuskan berlatih Aikido di Seishinkan Aikikai Dojo di BSD Serpong, Tangerang Selatan pada tahun 2012 dibawah bimbingan sensei Dzulham hingga saat ini. Sabuk Hitam DAN1 Aikikai diraihnya pada tahun 2016. DAN3 Aikikai di tahun 2022. Sensei Aris melatih di dojo Ultima Kampus Universitas Multimedia Nusantara (UMN) - Gading Serpong Tangsel. Beliau memiliki prinsip, " Selalu berpikiran terbuka dan menikmati moment latihan Aikido di dojo ".
KHARISMA DOJO & DUALIMA DOJO
Iwan Darma Setiawan - DAN4
Mengenal sosok sensei Iwan seakan mengenang kembali sejarah Aikido Indonesia. Aikido di Indonesia pertama kali dibawa masuk oleh sensei Jozef Poetiray (DAN6) di akhir tahun 1969. Tanggal 28 Oktober 1983 dibentuklah Yayasan Indonesia Aikikai (YIA) yang diketuai oleh sensei Jozef Poetiray. Dengan pelatih saat itu untuk Jakarta ; sensei Ir. Mansur Idham, sensei Drs. Achmad Mahbub & Surabaya oleh pak Prawira.W.
Sensei Iwan mulai berlatih tahun 1984 di Dojo Menteng. Beliau adalah murid generasi pertama bersama sama dengan sensei Ferdiansyah, sensei Dede Lesmana, sensei Azan Taro dan sensei Alan Sarwono. beliau menimba ilmu dari sensei Drs. Achmad Mahbub dan sensei Ir. Mansur Idham. Ketertarikan beliau dengan Aikido adalah karena beladiri ini dapat mengalirkan tenaga lawan.
Sabuk Hitam DAN1 Aikikai diraih beliau pada tahun 1988 dengan penguji shihan Sigenobu Okumura (terakhir DAN9, wafat 2008) dan sensei Etsuji Hori (saat ini DAN7). DAN3 beliau raih dengan penguji shihan H. Fujimaki (DAN7) . DAN4 beliau raih pada tahun 2024.
Berprofesi sebagai guru pada sebuah sekolah, tidaklah menyurutkan semangat tinggi beliau dalam menimba ilmu Aikido yang saat itu masih asing di Indonesia. Seminar Aikido adalah kegiatan pelatihan Aikido dengan mendatangkan shihan dari Hombu Dojo Jepang. Beberapa seminar sering beliau ikuti ; shihan Massatake Fujita (DAN8), shihan Miyamoto Tsuruzo (DAN7), shihan Shoji Seki (DAN8), shihan Shigenobu Okumura (DAN9), shihan Hironobu Yamada (DAN8), Shihan Donovan Waite (DAN7), dan lainnya.
Disamping kesibukannya sebagai guru pada sebuah sekolah, beliau sangat aktif melatih dan mengembangkan Dojo Kharisma Bekasi dan Dojo DuaLima Bekasi.
Bondhan Adi Pratomo - DAN2
Alumni Fakultas Hukum Universitas Islam As-Syafi’iyah Jakarta tahun 2011 dan saat ini bekerja sebagai staff Human Resource di sebuah perusahaan swasta asing. Mulai tertarik pada seni beladiri Aikido pada tahun 2012 dari sebuah tayangan televisi. Mulai berlatih tahun 2016 di Dojo Kharisma Bekasi di bawah bimbingan sensei Iwan Darma Setiawan (DAN3), beliau merupakan guru Aikido pertama senpai Bondhan.
Bersama dengan sensei Iwan dan senpai Teguh, pada tahun 2019 merintis dojo Miyamoto di Bekasi Barat, namun karena pandemi Covid-19 yang tak kunjung mereda, akhirnya dojo Miyamoto harus ditutup.
Sebelum mengenal Aikido, senpai Bondhan mendalami beladiri Karate di salah satu perguruan besar Karate di Bekasi dengan tingkat DAN3. Terdaftar sebagai black belt member di Kobe Osaka International Karate-do Renmei tahun 2009. Perjalanan menekuni bela diri beliau mulai sejak masa-masa SMP di Padaherang, Pangandaran dan meneruskannya hingga kini.
Bagi beliau, Aikido adalah bela diri yang filosofis, menenangkan, menguatkan jiwa sekaligus melatih kesabaran. Tidak ada target spesifik dalam Aikido, karena bela diri ini bersifat non-kompetisi. Berlatih Aikido membangkitkan semangat di dalam diri (inner spirit). semangat itulah yang harus terus diasah dan dikembangkan ke arah yang positif. Aikido itu membuat happy sekaligus safety.
HIKARI DOJO
Fadilah Hasim – DAN3
Fadilah Hasim, biasa kami menyapanya dengan sensei Fadil. Juli 2022 ini usia beliau genap 52 tahun. Sensei Fadil mulai berlatih Aikido di dojo Toyama sejak beliau masuk perguruan tinggi di Universitas Toyama Jepang pada April 1991. Guru Aikido beliau saat itu adalah Sensei Shigeho Tanaka (DAN9) dan Sensei Kiyotaka Takayanagi (DAN7). Tanaka Sensei merupakan Shihan dan Ketua Shiseikan Aikido di Kuil Meiji pada saat itu. Tanaka Sensei merupakan salah satu generasi pertama Aikidoka yang berlatih dari O-Sensei langsung.
Sejak kecil sensei Fadil tertarik dengan seni beladiri. Pernah ikut pencak silat, namun tidak berlangsung lama, karena berbagai alasan, di antaranya pindah rumah, sekolah dan juga ekonomi. Namun ketertarikan akan seni beladiri tidak pernah hilang. Pada tahun 1990 beliau diberi kesempatan untuk menuntut ilmu ke Jepang. Sejak itu pula beliau berniat kembali menyalurkan ketertarikannya pada seni beladiri.
Di Jepang banyak seni beladiri dan semuanya sangat populer di dunia, seperti Karate, Shorinji Kempo dan Judo. Setelah beliau pelajari "fitur-fitur" berbagai seni beladiri tersebut, sensei fadil tertarik dan memilih Aikido. Menurut salah satu sumber, Aikido, Judo dan Jiujutsu berakar dari seni beladiri yang sama, yaitu Daitouryu Aikijiujutsu, seni beladiri yang kemudian hari pecah menjadi Judo, Aikido dan Jiujutsu.
Sensei Fadil memilih Aikido karena filosofinya. Pertama dari nama, kalau beladiri yang lain namanya merepresentasikan fitur gerakan, misalnya Karate ( kara = kosong, te = tangan ), Judo ( ju = yawarakai = lembut, do = gerakan, jalan ), namun tidak demikian dengan Aikido. Aikido terdiri dari 3 huruf kanji “Ai” yang berarti keselarasan atau harmoni, “Ki” berarti semangat atau spirit, dan “Do” artinya jalan. Aikido adalah tentang keselarasan semangat. Tanaka Sensei sering mengatakan, dalam Aikido setiap gerakan itu harus dilakukan berdasarkan keselarasan, pikiran, pandangan, perasaan dan gerakan. Karena kalau semua itu tidak selaras, hasil dari gerakan tersebut tidak akan optimal, bahkan mungkin kontraproduktif. Bagi beliau yang juga gemar ilmu fisika, ini sejalan dengan logika fisika bahwa resultan gaya itu tergantung dari arah setiap komponen gaya.
Selain nama, keteguhan Aikido juga sangat menarik baginya. Kalau seni beladiri lain berubah menjadi olah raga (sports) yang dipertandingkan, tidak demikian dengan Aikido. Aikido tetap terjaga sebagai seni beladiri (Budo, atau Bujutsu). Secara filosofis, Budo, Bujutsu, Martial Art adalah seni menghentikan peperangan, seni membela kebenaran dan nilai-nilai kebaikan, untuk menjaga membela diri, menjaga membela keluarga, menjaga membela apa yang kita sayangi. Dan ketika kita membela kebenaran atau membela diri atau membela kehormatan keluarga misalnya, tentu kita tidak mempermasalahkan kalah atau menang, kita hanya membela saja. Sedangkan dalam olah-raga sering kali kalah menang menjadi masalah. Motivasi terhadap medali atau kemenangan sesaat inilah yang dianggap dalam Aikido tidak selaras dengan semangat seni beladiri, dan dikhawatirkan akan mencemari motivasi luhur untuk membela kebenaran atau nilai-nilai kebaikan tadi.
Beliau berlatih Aikido secara intensif sejak 1991 hingga 1995, seminggu 4 kali, selasa, Rabu, Jumat dan Sabtu. Selasa, Rabu, Jumat latihannya 2 jam, dan Sabtu biasanya 2.5 jam. Sensei Fadil mendapatkan Shodan (DAN1) pada tahun 1992, Nidan (DAN2) pada tahun 1995. Tahun 1995 beliau pulang ke Indonesia untuk bekerja di sebuah Departemen Pemerintah. Bergabung dengan Dojo Cempaka Putih bersama Sensei Akin (Pak Dede Lesmana), Sensei Dzulham dan teman-teman lainnya. Karena berbagai kesibukan dari pekerjaan sebagai ASN, latihan Aikido tidak seintensif sebelumnya. Pada tahun 1997 beliau kembali ke Jepang melanjutkan sekolah, juga melanjutkan Aikido. Di sana beliau membantu Takayanagi Sensei berlatih dan melatih di Dojo Kenshokai. Pada tahun 2004 beliau menamatkan kuliahnya, dengan memperoleh S3 bidang Engineering dan Aikido DAN3 Aikikai. Lalu pulang dan bekerja kembali untuk Indonesia. Beliau bergabung dengan Seishinkan di Dojo BSD sekitar tahun 2009. Disamping kesibukannya sebagai seorang peneliti di sebuah instansi, beliau juga melatih pada dojo Hikari, Cisauk Tangsel.
MELATI DOJO
Donny Nasution - DAN2
Para sahabat dan orang-orang disekitar kebanyakan memanggil Donny, nama lengkap beliau Donny Nasution. Lahir di kota Palembang 12 Desember 1962 namun tumbuh dan besar di Bandung Jawa Barat dikota dengan julukan “Paris van Java” . Disinilah beliau menghabiskan waktu semasa kecilnya, selanjutnya pindah ke Jakarta karena bekerja dan menetap di Serpong Tangsel Banten.
Berawal dari gemar berolahraga terutama olahraga berkaitan dengan beladiri, beliau berlatih Karate. Beladiri Karate adalah salah satu cabang beladiri yang berasal dari Jepang berorientasi pada speeds and power game, dimana tekniknya terletak pada fokus dan kekuatan tubuh yang prima dengan menggunakan kaki dan tangan sebagai senjata. Menyadari bahwa puncaknya stamina didapat dengan berlatih secara rutin dan kontinyu namun seiring bertambahnya usia, target stamina prima tersebut sulit tercapai.
Disinilah titik balik pemikiran untuk mencari seni bela diri yag tidak hanya terfokus pada kekuatan fisik semata. Dari pencariannya itu beliau memilih Aikido. Karena Aikido menekankan harmonisasi dan keselarasaan energi antara personal dengan alam semesta yang didasari dengan prinsip kelembutan dan saling mengasihi. Hal ini tercermin pada gerakan teknis yang dipelajari dalam aikido yang tidak menangkis serangan lawan atau melawan kekuatan dengan kekuatan melainkan dengan mengarahkan kekuatan lawan untuk kemudian melumpuhkannya tanpa ada niat untuk mencederai dengan fatal.
Akirnya bulan November 2012 beliau berlatih Aikido di Dojo BSD (saat ini bernama Seishinkan Aikikai Dojo) dibawah bimbingan sensei Dzulham (DAN5). Ketekunan berlatih beliau menghantarkannya di tahun 2017 untuk meraih sabuk hitam (DAN1) dengan penguji shihan Tomohiro Mori (DAN7) di Aula Kementrian Koperasi Jakarta. DAN2 beliau raih di tahun 2022. Senpai Donny saat ini selain aktif berlatih di dojo BSD, beliau juga melatih dojo Melati, Serpong Tangsel.
Aikido mengajarkan filosofi kehidupan, kindly & friendly, yang tertuang dalam teknik latihan menuju keharmonisasian gerak dan keselarasan dengan tenaga lawan. Aikido dapat diikuti oleh semua umur tua muda, pria ataupun wanita untuk mencapai keselarasan hidup agar tetap sehat dan bugar dengan cara tetap aktif dan produktif.
BANDAR LAMPUNG
SUKARAJA DOJO
Hari Sabita - DAN2
Senpai Hari Sabita meraih DAN1 Aikikai pada tahun 2010 dengan penguji shihan Yoshinobu Irie (DAN6). beliau mengenal Aikido pada tahun 2003 melalui sensei Dzulham saat sensei Dzulham membuka dojo di Way Halim Lampung. Saat ini senpai Hari Sabita adalah dosen di salah satu perguruan tinggi di Bandar Lampung. Beliau aktif dalam mengembangkan Aikido di kota Lampung bersama-sama sensei Hadi (DAN2) dan rekan-rekan lainnya. Beladiri yang pernah di ikuti adalah Judo. Beliau melatih di dojo Sukaraja dan Way Kandis Bandar Lampung. DAN2 beliau raih di tahun 2022.
Tertarik terhadap beladiri Aikido, karena Aikido banyak berpengaruh terhadap perilaku dan spiritual seseorang. "Tidak hanya ilmu beladiri yang didapatkan, namun tingkah laku yang baik dan rendah hati juga akan terbentuk pada setiap pribadi anggotanya. Latihan secara rutin disertai dengan semangat akan membentuk teknik – teknik Aikido yang dapat mengalir " .
Beng Gunawan - DAN2
Senpai Beng Gunawan, atau lebih akrab di sapa dengan nama senpai Beng. Sifat Aikido yang tidak agresif dan murni self defense, membuat senpai Beng memilih beladiri Aikido. Mulai latihan Aikido pada tahun 2001 saat kuliah di kampus Binus dengan sensei Ferdiansyah (DAN5). Setelah tamat dari kuliahnya, beliau berpindah ke Lampung dan berlatih Aikido pada tahun 2016 di dojo Thunder Liong Bandar Lampung dibawah asuhan sensei Hadi (DAN2). Dojo Thunder Liong adalah dojo dibawah grup Seishinkan Aikikai Dojo. selain dengan sensei Hadi, juga belajar dari sensei Dzulham (DAN5).
DAN1 Aikikai beliau raih pada tahun 2019 dengan penguji shihan Tomohiro Mori (DAN7). DAN2 diraihnya pada tahun 2022. selain kesibukan beliau dalam rutinitas pekerjaan sebagai karyawan swasta di Lampung, tidak menyurutkan semangat beliau untuk berbagi ilmu Aikido dengan melatih pada dojo Sukaraja dan dojo Way Kandis Bandar Lampung.